QOco-ORQjUIRUfKtcmvDUjH2er0 Fisika SMA : Juli 2012

Selasa, 31 Juli 2012

Hukum Newton Tentang Gravitasi

Hukum Newton Tentang Gravitasi


Oleh  Christian William dan Andre Kwezar XI IPA2


A. Peta konsep



B. Pengantar



Seperti yang kalian ketahui, bumi dan planet-planet lainnya mengitari matahari dengan membentuk sebuah lingkaran. Begitu juga dengan bulan yang mengitari bumi. Tapi apakah yang membuat planet-planet tersebut tetap dalam lingkaran tersebut dan tidak terlempar ke luar dari lingkaran tadi ? Hal apakah yang menyebabkan bulan tetap pada posisinya bukan menjauhi bumi?

Isaac Newton menyadari saat buah apel jatuh dari pohonnya bahwa terdapat gaya yang bekerja pada apel dan bumi dan disebutnya gaya gravitasi universal. Universalberarti berlaku secara umum untuk semua benda yang berada dalam semesta,. Newton juga menduga bahwa gaya inilah yang menyebabkan benda-benda luar angkasa tetap pada orbitnya.

C. Hukum Gravitasi Newton



Untuk memahami gaya gravitasi, Newton memerhatikan memerhatikan jarak antara buah apel ke pusat bumi dan jarak bulan ke pusat bumi. Newton juga menyelidiki pengaruh massa benda terhadap gravitasi. Berdasarkan penyelidikan ini, Newton menyimpulkan bahwa suatu hukum gravitasi  yaitu setiap benda dalam alam semesta selalu menarik bemda lainnya dengan gaya yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding tebalik dengan kuadrat jaraknya.



Dengan F = gaya tarik-menarik antara benda yang berinteraksi (N)

m1 danm2 = massa benda yang berinteraksi (kg)

r = jarak pusat kedua benda yang berinteraksi (m)

G = tetapan grvitasi umum (6,67 X 10-11 Nm2/kg2)

D. Gaya Tak Sentuh

Setiap benda menghasilkan medan gravitasi pada ruang di sekitarnya. Tarikan gravitasi matahari pada bumi dapat dipandang sebagai interaksi antara medan gravitasi matahari di tempat bumi berada dengan massa bumi.(Penjelasan singkat)



Arah kuat medan gravitasi selalu menuju ke pusat benda. Kuat medan gravitasi berbanding terbalik dengan jarak dari pusat benda. Tampak dari persamaan (1) dan (2) bahwa gaya yang dilakukan benda m₁ pada benda m₂ dapat ditulis sebagai

F21 = g21 m2

dengan

F₂₁ = gaya yang dilakukan benda m₁ pada benda m₂

g₂₁ = kuat medan gravitasi pada lokasi benda m₂ yang dihasilkan oleh benda m₁

m₂ = massa benda kedua

E. Medan gravitasi

Medan gravitasi merupakan sebuah vektor yang artinya, medan garvitasi memiliki arah fdan nilai. Medan gravitasi selalu dimiliki oleh setiap benda yang mempunyai massa. Setiap benda yang berada dalam suatu medan gravitasi akan saling tarik-menarik. Bentuk medan gravitasi selalu mempunyai arah garis menuju pusat benda.



Mb = massa bumi =5,97 X 1024 kgDengan g = kuat medan gravitasi (m/s2)

r = jari-jari bumi = 6,38 X 106 m

Dengan R menyatakan jari-jari bumi. Persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut



Jika ketinggian h jauh lebih kecil daripada jari-jari bumi, maka persamaan diats dapat didekati dengan persamaan



Kuat medan gravitasi di permukaan bumi itu sendiri adalah



Dengan demikian, kuat medan pada ketinggian h dari permukaan bumi kira-kira



Persamaan menunjukan bahwa kuat medan grvitasi atau percepatan gravitasi yang dialami oleh suatu benda bergantung pada massa bumi dan jarak benda tersebut terhadap pusat bumi,  tetapi tidak bergantung pada massa benda.

Medan gravitasi pada sebuah titik yang dipengaruhi oleh lebih dari satu jumlah benda bermassa harus dijumlahkan secara vektor. Persamaan medan gravitasi pada titik P yang dipengaruhi massa M1

Persamaan medan gravitasi pada titik P yang dipengaruhi massa M2



Sehingga besar medan gravitasi pada titik P karena pengaruh M1 dan M2

gp = √g1 + g2 +2 g1 g2 cosα


Variasi Kuat Medan Gravitasi Di Permukaan Bumi

Jika dianggap bumi benar-benar bulat dan massa jenis bumi sama di setiap titik, maka akan kita dapatkan:

  • Arah medan gravitasi bumi membentuk garis lurus dan mengarah ke pusat bumi

  • Pada setiap titik di permukaan bumi. Kuat medan gravitasi buminya persis sama


Namun, kenyataannya tidak demikian

  • Bumi tidak bulat sempurna, tetapi agak lonjong di daerah khatulistiwa. Akibatnya, jari-jari bumi disekitar khatulistiwa lebih besar daripada jari-jari bumi disekitar kutub. Dengan demikian, kuat medan gravitasi bumi di khatulistiwa sedikit lebih kecil daripada kuat medan gravitasi bumi di sekitar kutub.



  • Massa jenis bumi tidak benar-benar sama. Adanya kandungan barang tambang yang bermassa jenis besar di bawah permukaan bumi menyebabkan kuat medan gravitasi bumi pada permukaan diatasnya menjadi lebih besar. Perbedaaan kuat medan gravitasi dipermukaan bumi karena adanya deposit barang tambang dibawah permukaan bumi dimanfaatkan untuk mencari deposit barang tambang. Para peneliti mengukur kuat medan gravitasi diberbagai titik dipermukaan bumi. Berdasarkan kuat medan gravitasi yang terukur, pola perubahan, dan sebenarnya, maka dapat diprediksi adanya barang tambang, kedalaman lokasi dan jumlahnya.



  • Adanya pegunungan menyebabkan benda yang ada di dekat kaki gunung ditarik kea rah pusat bumi dank e arah pusat gunung. Kedua tarikan tersebut masing-masing menghasilkan vektor kuat medan gravitasi dalam arah yang berbeda. Akibatnya, vektor kuat medan gravitasi total tidak tepat mengarah ke pusat bumi, tetapi sedikit membelok kearah pusat gunung.


F. Kuat Medan Gravitasi Di Dalam Bumi

Kita tahu semakin jauh dari permukaan bumi kuat medan gravitasi akan semakin kecil. Bagaimana jika kita masuk kedalam pusat bumi? Ternyata, ketika masuk kedalam bumi, kuat medan gravitasi makin kecil. Kebergantungan terhadap jarak dari pusat bumi mengikuti persamaan linier, yaitu



dengan

M = Massa Bumi (kg)

R = Jari-jari bumi (m)

r = Jarak dari pusat bumi (m)

G. Kehilangan Berat

Kita merasakan adanya berat pada tubuh kita karena ada 2 gaya yang bekerja sekaligus. Yang pertama adalah gaya gravitasi yang bekerja pada bumi dan bagian tubuh kita dan yang kedua adalah gaya topang oleh suatu benda misalnya lantai atau kursi tempat kita berada. Namun, bagaimana jika tidak ada gaya topang maka kita akan merasakan seolah-olah tidak memiliki berat. Kehilangan berat ini tidak berarti bahwa tidak adanya gaya gravitasi yang bekerja pada tubuh kita.



Fenomena kehilangan berat bagi para astronaut menjadi masalah yang serius karena saat mereka di luar angkasa otot dan tulang mereka tidak bekerja. Lalu saat mereka kembali ke bumi otot dan tulang yang tidak dipakai sebelumnya secara tiba-tiba menahan beban tubuh.

Untuk menghindari masalah ini, para astronaut diharuskan berolahraga saat berada di luar angkasa supaya otot dan tulang mereka tetap merasakan beban.

H. Hukum Kepler Untuk Gerak Planet

Sebelum Newton dapat menjelaskan gerak planet mengelilingi matahari, Johannes Kepler telah merumuskan hukum gerak planet yang terkenal.



Hukum I Kepler

Setiap planet bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk elips dan matahari terletak pada salah satu titik focus elips (elips memiliki dua titik focus)

Hukum II Kepler

Pada selang waktu yang sama, garis penghubung planet dan matahari menyapu daerah yang luasnya sama

Hukum III Kepler



Perbandingan kuadrat periode revolusi planet mengelilingi matahari dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari adalah sama untuk semua planet.

Pembuktian Hukum Kepler dengan Gravitasi Newton

Pembuktian Hukum II Kepler

Daerah yang disapu planet dari B ke C sama luasnya dengan daerah yang disapu dari F ke A maupun E ke D, gerak planet ini dilakukan dalam selang waktu yang sama.

Luas daerah yang disapu oleh jari-jari planet dapat ditulis sebagai

Satu planet luat daerah yang disapu berbanding lurus dengan waktu. Pada selang waktu yang sama, luas daerah yang disapu garis hubung planet dengan matahari selalu sama.

Pembuktian Hukum III Kepler

Untuk membuktikannya, kita perlu menganggap lintasan planet sekitar matahari itu lingkaran. Ini tidak terlalu salah walaupun lintasan sebenarnya berbentuk elips namun bentuknya sangat mendekati lingkaran.

Ruas kanan hanya bergantung pada massa matahari. Jadi, T² dan r³ selalu sama untuk semua planet sesuai dengan Hukum III Kepler. Dengan memasukkan nilai massa matahari M dan konstanta gravitasi universal  G, maka nilai di euaskanan adalah 2,97 x 10⁻¹⁹ s²m⁻³.

I. Manfaat gravitasi

Gravitasi memungkinkan kita untuk melakukan banyak hal di dunia ini, seperti berjalan, bekerja , dan keseharian lainnya. Penerapan hukum graviatsi akan banyak kita jumpai dalam berbagai macam teknologi, karena manfaatnya yang sangat menguntungkan.

(-) Pesawat antariksa dan astronaut

Pesawat antariksa membutuhkan kecepatan yang besar untuk dapat melawan gravitasi, untuk lolos dari permukaan bumi, pesawat membutuhkan percepatan sekitar 15 kali percepatan gravitasi bumi. Dengan percepatan yang begitu besar maka astronaut akan mengalim gaya dorong oleh kursi sehingga ia akan mersakan 16 kali dari beratnya.

(-) Satelit

Agar satelit berda tetap di luar angkasa dan tidak lepas menjauh dibutuhkan gaya gravitasi bumi untuk tetap menjaganya dalm orbit tertentu, salah satu contohnya adalah satelit palapa. Teknologi GPS juga membutuhkan bantuan dari satelit-satelit yang mengorbit di bumi

J. Contoh soal tipe UN gaya gravitasi

Jika percepatan gravitasi di permukaan bumi gmaka perbandingan percepatan gravitasi di permukaan bumi dengan tempat yang berjarak 2R (R=jari-jari bumi) dari permukaan bumi adalah ...

  • 1 : 4

  • 4 : 1

  • 2 : 1

  • 1 : 9

  • 9 : 1


Dua buah benda A dan B masing-masing berada pada 2R dan 3R dari permukaan bumi dengan R adalah jari-jari bumi. Jika percepatan gravitasi bumi yang dialami A dan B masing-masing sebesar X dan Y maka X : Y adalah ....

  • 4 : 9

  • 9 : 16

  • 3 : 4

  • 1 : 1

  • 16 : 9


Demikian penjelasan singkat materi hukum newton tentang gravitasi. Moga bermanfaat...



Salam... Willi and Andre

Termodinamika

Termodinamika


Oleh Stephanus XI IPA1


A. Pengertian

Termodinamika adalah cabang fisika yang mempelajari tentang kalor dan usaha mekanik pada suatu system (contoh : gas)


Salah satu penerapan konsep termodinamika dalam teknologi


Kesetimbangan kalor terjadi jika tidak ada pertukaran kalor antara kedua benda tersebut saat bersentuhan. Kondisi ini hanya dapat dicapai jika suhu kedua benda tersebut sama.

B. Besaran-besaran dalam Termodinamika

Usaha (W)

Menentukan Usaha (W) dapat dilakukan dengan rumus atau dengan Grafik P-V

1.Dengan rumus

W = pVp(V2 – V1)                     Keterangan :

W = Usaha (J)

P = Tekanan (N/m²/Pa)

V = perubahan V, (V2 – V1)

 2.Dengan Grafik P-V

W = luas daerah arsir


        Gas memuai → W (+)


       W = luas daerah arsir


       Gas menyusut → W (-)


     W = LUAS ABCD = ∆P . ∆V


 

 Gas mengalami siklus


C. Hukum ke-0 Termodinamika

Jika benda A berada dalam kesetimbangan kalor dengan benda B dan benda B berada dalam kesetimbangan kalor dengan benda C, maka benda A berada dalam kesetimbangan kalor dengan benda C.

D. Hukum ke-1 Termodinamika

Hukum pertama termodinamika beranggapan bahwa energy bersifat kekal

Artinya :

Kalor yang diterima digunakan untuk membuat perubahan energy dalam /∆U, dimana ∆U = Ek =  3/2 kT dan untuk melakukan usaha W

 


E. Hukum ke-2 Termodinamika

Hukum kedua termodinamika berisi pernyataan tentang proses yang dapat / tidak dapat terjadi di alam dan tentang aliran kalor yang memiliki arah.

Hukum ini dijelaskan oleh 2 rumusan

  1. Rumusan Clausius




Agar kalor dapat mengalir dari reservoir (sumber bersuhu rendah ke tinggi), diperlukan W dari luar.

  1. Rumusan Kelvin – Planck


Kalor yang masuk tidak mungkin jadi usaha W seluruhnya, sebagian besar terbuang jadi Q2

F. Mesin Carnot

Di alam, tidak ada mesin yang berefisiensi sempurna, tetapi ada 1 mesin yang dirancang ideal. → ɳ - nya tinggi (mesin carnot). Karena ɳ tinggi → Q sebanding dengan T, sehingga Q₂/Q₁ = T₂/T₁.

Diagram P-V mesin Carnot

 

Besaran-besaran yang sering ditanyakan dalam mesin carnot adalah usaha (W), kalor yang dimasukkan (Q1), kalor yang terbuang (Q2), efisiensi mesin, suhu (T). Beberapa rumus di bawah ini adalah sebagian rumus cepat yang bisa digunakan untuk menyelesaikan soal terkait siklus carnot.





G. Soal-soal 

Volume suatu piston berubah dari 2 m3 menjadi 6 m3 pada tekanan 1 atm. Besarnya usaha yang dilakukan sistem adalah ....

  1. 100 kJ

  2. 200 kJ

  3. 400 kJ

  4. 500 kJ

  5. 600 kJ


Proses yang dilakukan sebuah gas pada ruang tertutup ditampilkan pada grafik P-V di bawah ini:



Besar usaha yang dilakukan gas per siklus adalah ....

  1. 0,12 J

  2. 0,60 J

  3. 1,20 J

  4. 6,00 J

  5. 12,0 J


Suatu mesin Carnot yang bekerja pada suatu reservoir suhu rendah 300 K memiliki efisiensi 50 %. Agar efisiensinya naik menjadi 80 %, reservoir suhu tinggi harus dinaikkan menjadi....

  1. 400 K

  2. 600 K

  3. 900 K

  4. 1000 K

  5. 1500 K


Sekian penjelasan singkat tentang materi termodinamika. Semoga membantu kita semua.



Salam (Stephanus)

Momen Inersia

Momen Inersia


Oleh Maya dan Laras, XI IPA1 SMA Marsudirini Bogor


A. Peta konsep



B. Pengertian

  • Momen Inersia adalah hasil kali masa partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros.


     atau I = ∑ m r2

  • Perbedaan nilai antara massa dan momen inersia adalah besar massa suatu benda hanya bergantung pada kandungan zat pada benda tersebut .tetapi momen inersia tidak hanya tergantung pada jumlah zat tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana zat tersebut terdistribusi pada benda.

  • Momen Inersia juga berarti besaran pada gerak rotasi yang analog dengan massa pada gerak translasi.

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi momen inersia :


-          Poros rotasinya

-          Massa benda

-          Jarak letak rotasi

C. Jenis momen inersia berdasarkan bentuk benda

  1. Momen inersia partikel


Dalam hal ini benda dianggap sebagai sebuah partikel karena ukurannya sangat kecil. Jika ada beberapa benda / partikel, maka dianggap sebagai sebuah sistem dan besar momen inersianya adalah jumlah momen inersia dari setiap partikel tersebut.



I = ∑ m r2

Keterangan :

I               : Momen Inersia  (Kg m2)

M             : Massa  (Kg)

r              : Jarak ke sumbu rotasi  (m)

Contoh Soal :

Sebuah benda yang terdiri dari 2 bola dengan massa masing masing 5 kg dihubungkan oleh sebuah batang kaku dan ringan yang panjangnya 1 meter. Bola dapat diperlakukan sebagai partikel dan massa batang diabaikan tentukan momen inersia tersebut terhadap sumbu yang tegak lurus batang dan

a)      Melalui pusat O

b)      Melalui salah satu bola

Jawab :

a)      I = ∑ mr2

I = 5 X (0,5 m)2

I = 5 X 0,25

I = 1,25 Kg m2

b)      I = ∑ mr2

I = 5 X ( 1 m)2

I = 5 X 1

I = 5 Kg m2

  1. Momen Inersia benda tegar


Rumusnya tergantung pada bentuk benda.

Contoh:

  • Bila benda berupa silinder pejal maka I = ½ mr2




  • Bila benda berupa bola tipis berongga maka I = 2/3 mr2





  • Bila benda berupa silinder tipis berongga maka I = mr2




  • Bila benda berupa bola pejal  maka I = 2/5 mr2





  • Bila benda berupa batang silinder maka I = 1/12 ml2  bila diukur dari tengahnya dan I = 1/3 ml2






Keterangan :

I       : Momen Inersia (Kg m2)

m    : massa (Kg)

r       : Jarak ke sumbu rotasi (m)

l        : Panjang batang (m)

Contoh Soal :

Bola basket bermassa 750 g diputar melalui pusatnya jika jari-jari bola basket 20 cm, hitunglah momen inersia bola tersebut.

Jawab :

Momen inersia bola basket = 2/5 mr2

I   = 2/5 X 0,75 kg X( 0,2m)2

I = 1,2 X 10-2 kg m2

Soal Latihan

  1. Untuk gambar dibawah ini tentukan momen inersia sistem terhadap sumbu vertikal bila r = 0,5m.




2. Pada gambar dibawah ini bola dan silinder yang jari-jarinya sama yaitu r = 7 cm disatukan dibagian tepinya massa bola 15 kg dan massa silinder 11 kg.



a)      Berapakah momen inersia terhadap sumbu yang melalui pusat bola

b)      Berapakah momen inersia terhadap sumbu yang melalui sumbu silinder

Demikian sekilas penjelasan materi tentang momen inersia. Semoga dapat membantu kita semua.


 Salam, Maya dan Laras

Selasa, 24 Juli 2012

Gelombang Berjalan


A. Persamaan


Gelombang berjalan adalah gel yang mempunyai amplitudo yang tetap / konstan dan mempunyai persamaan :


y = ± A sin (ωt ± kx),  dimana ω = 2πf = 2π/T dan k =2π/λ  sehingga y = ± A sin (2π.  t/T ± 2π. x/λ ),Atau y = ± A sin 2π (t/T  ± x/λ )B. Cara PengerjaanYang sering ditanyakan dalam UN:1. Diketahui persamaan, ditanyakan besaran v, T, f, λ, A atau y
Contoh : Berikut ini adalah persamaan simpangan gelombang berjalan : y = 10 sin 2p ( 2t – 0,5 x ). Tentukan cepat rambat gelombang berjalan tersebut!

Untuk menjawab soal-soal yang sejenis di atas, maka gunakan cara sederhana di bawah ini (sesuaikan soal agar nilai sesudah sin sama-sama 2π):

t/T = 2t (untuk mencari besar T, f)

x/λ = 0,5x (untuk mencari besar λ)

Untuk mencari besar v, gunakan persamaan v = λ.f

Atau dengan cara cepat : v = (koefisien t / koefisien x)

2. Diketahui diagram gelombang, ditanyakan persamaan gelombangnya
Contoh : Gelombang di permukaan air diidentifikasi pada dua titik seperti gambar.



Tentukan persamaan gelombang dengan arah rambatan dari A ke B jika AB ditempuh dalam waktu 2 s !

Untuk menjawab soal di atas, tentukan dulu besar λ, T atau f, A, arah gelombang, arah getaran awal. Lalu masukkan dalam persamaan umum y = ± A sin 2π (t/T  ± x/λ )




C. Soal-soal

Jawablah soal-soal di bawah ini!


1. Berikut ini adalah persamaan simpangan gelombang berjalan y = 10 sin 2π ( 0,4t – 0,5 x ). Jika x dan y dalam meter dan t dalam sekon, maka periode gelombangnya adalah ....

  1. 10 sekon

  2. 5 sekon

  3. 4 sekon

  4. 0,4 sekon

  5. 2,5 sekon


2.Persamaan gelombang berjalan y = 2 sin π ( 20t – x/25 ),  x dalam meter, y dalam cm dan t dalamsekon. Amplitudo dan cepat rambat gelombang itu adalah ....

  1. 2 cm; 3 m/s

  2. 2 cm; 5 m/s

  3. 3 cm; 15 m/s

  4. 3 cm; 15 m/s

  5. 3 cm; 50 m/s


3. Sebuah gelombang yang merambat pada tali memenuhi persamaan y = 0,03 sin p ( 2t –0,1x), dimana x dan y dalam meter dan t dalam sekon, maka:



       (1)      Panjang gelombangnya 20 m


        (2)      Frekuensi gelombangnya 1 Hz


        (3)      Cepat rambat gelombangnya 20 m/s


        (4)      Amplitudo gelombangnya 3 m


 Pernyataan yang benar adalah ....






  1. (1), (2) dan (3)

  2. (1) dan (3)

  3. (2) dan (4)

  4. (4)

  5. (1), (2), (3) dan (4)




4. Gelombang transversal merambat sepanjang tali AB. Persamaan gelombang di titik B dinyatakan dengan persamaan y = 0,08 sin20 π ( t – x/5), semua besaran dalam sistem SI. Jika x adalah jarak AB, maka:



       (1)      cepat rambang gelombangnya 5 m/s

(2)      frekuensi gelombangnya 10 Hz

(3)      panjang gelombangnya 0,5 m

(4)      gelombang memiliki amplitudo 8 cm

Pernyataan yang benar adalah ....

  1. (1), (2) dan (3).

  2. (1) dan (3)

  3. (2) dan (4)

  4. (4) saja

  5. (1), (2), (3) dan (4)


5. Gelombang transversal merambat sepanjang tali AB. Persamaan gelombang di titik B adalah y = 6 sin (4πt –0,02πx). Jika x dan y dalam cm serta t dalam sekon berarti:
(1)      Gelombang merambat ke kanan

(2)      Amplitudo gelombang 6 cm

(3)      Panjang gelombang 100 cm

(4)      Frekuensi gelombang 2 Hz

Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ....




  1. (1), (2) dan (3)

  2. (1), (2), (3) dan (4)

  3. (1) dan (3)

  4. (2) dan (4)

  5. (2), (3) dan (4)




6. Suatu gelombang berjalan merambat melalui permukaan air dengan data seperti pada diagram!


Bila AB ditempuh dalam waktu 8 s, maka persamaan gelombangnya adalah ....

  1. y =  0,03 sin 2π (0,5t – 2x) m

  2. y =  0,03 sin π (0,5t – 2x) m

  3. y =  0,03 sin (5t – 0,5x) m

  4. y =  0,06 sin (5t – 0,5x) m

  5. y =  0,06 sin (2t – 0,5x) m


7. Gelombang berjalan merambat pada ujung tali tetap dilukiskan seperti diagram di bawah ini:


Jika jarak AB = 6 m ditempuh dalam selang waktu 0,25 s, maka simpangan di titik P memenuhi persamaan ....

  1. yp =  0,5 sin π (12t  – x/2) m

  2. yp =  0,5 sin π (12t  + x/12 ) m

  3. yp =  0,5 sin π (6t  – x/4) m

  4. yp =  0,5 sin π (4t  – x/12 ) m

  5. yp =  0,5 sin π (4t  + x/12) m


8. Gambar di bawah ini menyatakan perambatan gelombang tali.


Jika AB = 28 cm dan periode gelombang 2 s, maka persamaan gelombangnya adalah ....

  1. y =  0,5 sin 2π (t – 12,5x)

  2. y =  0,5 sin π (t – 12,5x)

  3. y =  0,5 sin 2π  (t – x)

  4. y =  0,5 sin 2π (t – 0,25x)

  5. y =  0,5 sin 2π  (2t – 1,25x)


#### GBU #####

Jenis-jenis Gelombang

A. Pengertian


Gelombang adalah getaran yang merambat, dimana yang merambat adalah energi, bukan materinya. Sebuah contoh sederhana : Jika kita berdiri di tepi pantai dan kaki kita terkena hempasan gelombang air laut, maka kita terdorong ke belakang. Ini menandakan bahwa kita terkena energi gelombang air laut, tetapi air laut sendiri tidak berpindah. Jadi air laut yang tadi bergelombang di bagian tengah, tidak merambat dan berpindah ke pantai. Jika airnya berpindah, berarti laut akan kering (kosong), dan daratan menjadi penuh air. Bukankah begitu?


Ombak laut sebagai salah satu contoh gelombang yang membutuhkan media perantara


Gelombang sendiri mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

  1. dapat dipantulkan (refleksi)

  2. dapat dibiaskan (refraksi)

  3. dapat dipadukan (interferensi)

  4. dapat dilenturkan (defraksi)

  5. dapat dipolarisasikan (diserap arah getarnya)


Gelombang mempunyai besaran-besaran seperti :

  1. amplitudo (A), dengan satuan m

  2. frekuensi (f), dengan satuan Hz

  3. periode (T), dengan satuan sekon

  4. cepat rambat (v), dengan satuan m/s

  5. Panjang Gelombang ( l ), dengan satuan m

  6. Simpangan (y), dengan satuan m

  7. Jarak tempuh gelombang (x), satuan m

  8. Waktu tempuh gelombang (t), dengan satuan sekon

  9. Jenis-jenis Gelombang


B. Jenis-jenis Gelombang

Berdasarkan butuh tidaknya media perantara

  1.  Gelombang mekanis, yakni gelombang yang membutuhkan media dalam perambatannya. Contohnya gelombang pada tali, gelombang air, gelombang bunyi.

  2. Gelombang elektromagnetik, yakni gelombang yang bisa merambat walau pun tidak ada medianya. Berdasarkan kenaikan frekuensinya, urutan gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut:



Adanya sinar tampak (satu jenis gelombang elektromagnetik) membuat kita bisa melihat benda




  • Gelombang radio dan televisi

  • Gelombang mikro

  • Sinar inframerah

  • Sinar tampak

  • Sinar ultraviolet

  • Sinar X

  • Sinar gamma (ϒ)


Berdasarkan arah getaran terhadap arah rambatan

  1. Gelombang Transversal ialah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus pada arah getaran partikel. Contohnya  gelombang pada tali, gelombang permukaan air, gelombang elektromagnetik.

  2. Gelombang Longitudinal ialah gelombang yang arah perambatannya searah dengan arah getaran partikel. Contohnya  gelombang pada pegas, gelombang bunyi.



                                                              Gelombang transversal                                              Gelombang longitudinal


Berdasarkan konstan tidaknya amplitudo




  1. Gelombang Berjalan, yakni gelombang yang amplitudonya tetap

  2. Gelombang Stasioner, yakni gelombang yang amplitudonya tidak tetap besarnya

Hello My Brother and Sister!

Welcome to Fisika SMA Marsudirini Bogor!



Apa kabar? Saat ini Anda sedang berada di halaman utama blognya anak IPA SMA Marsudirini Bogor. Fisika SMA Marsudirini Bogor adalah salah satu contoh wadah bagi kreativitas anak Marsud, khususnya di bidang Fisika sekaligus tulis menulis dan blogging. Jadi banyak hal yang tertuang melalui blog ini.

Fisika SMA Marsudirini Bogor ini berisi kumpulan materi Fisika yang dibuat oleh anak-anak IPA. Saat ini masih materi kelas XI, tetapi ke depannya akan sedikit demi sedikit dilengkapi. Dengan membuka dan membaca materi blog ini diharapkan akan bertambah wawasannya. Materi yang disajikan sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditawarkan Departemen Pendidikan Nasional kita. Sedangkan struktur materinya adalah :

  1. Judul bab

  2. Peta konsep

  3. Penjelasan berupa definisi, rumus, gambar, maupun penjelasan singkat

  4. Contoh soal setiap sub babnya

  5. Aplikasi / penerapan dan manfaat dari materi dalam kehidupan sehari-hari

  6. Kumpulan soal berupa soal umum dan soal yang keluar UN (ujian nasioal)


Tentu masih banyak kekurangan yang akan dijumpai, dan itu adalah sebuah hal yang wajar dalam proses pembelajaran. Masukan, ide, usulan, mau pun kritik yang membangun dengan senang hati akan kami terima. Akhirnya, mari kita bersama belajar dalam suasana persaudaraan sebagai roh anak Marsudirini.



Love u all and GBU!