QOco-ORQjUIRUfKtcmvDUjH2er0 Fisika SMA : September 2013

Senin, 09 September 2013

Kantong Udara Pengaman dan Sabuk Pengaman pada Mobil

Mobil di desain mudah penyok ketika membentur benda yang keras. Hal itu digunakan untuk menjaga keselamatan manusia. Namun, hal itu belum cukup ampuh.
clip_image006_thumbclip_image004_thumb
Tahukah kalian dengan teknologi baru yang disebut airbagAirbag atau yang diesbut kantong udara diciptakan agar ketika terjadi pengereman mendadak atau benturan, kantong tersebut akan terpompa keluar dari dashboard dan memperlambat waktu benturan muka dengan dashboard. Hal ini berhubungan dengan prinsip fisika yaitu momentum dan impuls.
Impuls adalah momentum akhir dikurangi momentum awal. Dengan rumus:
 F = (∆P/∆t)
Ket:     F = gaya benturan
∆P = perubahan momentum
∆t = perubahan waktu sentuh
 Dari rumus tersebut kita ketahuin bahwa semakin kecil waktu sentuh maka semakin besar gaya yang diterima demikian sebaliknya. Airbag membaantu memperbesar waktu sentuh sehingga gaya yang diterima semakin kecil. Sementara kerja sabuk pengaman untuk menahan tubuh kita memperlambat tubuh kita meghentak dashboard.
Benturan tidak hanya terjadi dibagian depan tubuh bisa juga di bagian samping tubuh. Maka dari itu ada beberapa mobil yang mendesain mobil dengan menaruh airbag di bagian samping tubuh. Hal ini untuk melindungi tubuh bagian samping dari benturan.
 clip_image005_thumb
Airbag bagian samping.
Airbag dapat bekerja jika menerima sensor ‘MEMS accelerator’ sensor ini mendeteksi rapid-deceleration sehingga airbag bisa terpompa.
           
 clip_image008_thumbclip_image002_thumb
Teknologi semakin berkembang. Para ahli akan mengusahakan manusia hidup lebih lama. Bahkan semua akan dilakukan agar manusia bisa lebih lama bertahan. Demikian juga dalam hal ini. Keselamatan manusia akan sangat diutamakan. Maka dari itu para ahli menciptakan teknologi sabuk pengaman dan kantung udara pengaman atau airbag. Semoga informasi yang saya berikan dapat bermanfaat. Terima kasih :)
By : Valencia Chandra XI IPA1 TP 2013/2014
Valencia Chandra

Selasa, 03 September 2013

Mengapa Titik Embun Berbentuk Bulat?

Hai, teman-teman. Saat pagi-pagi melewati tanaman-tanaman. Di permukaan daun mereka biasanya ada titik-titik air yang kita sebut sebagai embun. Apakah kalian pernah berpikir, mengapa embun-embun tersebut berbentuk bulat? Oh, lalu ada juga serangga yang dapat berjalan diatas air dan tidak tenggelam. Mengapa ini bisa terjadi ya?
Apakah kalian sudah tahu? Kalau partikel-partikel zat cair itu tarik-menarik. Partikel-partikel tersebut berpindah-pindah ke segala arah, tetapi masih ada di dalam zat cair tersebut.Gaya tarik-menarik dalam partikel yang sama jenisnya itu disebut Kohesi,dan antara partikel-partikel berbeda, disebut Adhesi.Adhesi dan kohesi merupakan peranan penting di dalam zat cair.
embun
Setiap partikel di permukaan zat cair juga ditarik oleh partikel zat cair lain, yang ada disamping dan bawahnya. Tapi, partikel tersebut tidak dapat ditarik dari atas, karena tidak ada lagi partikel zat cair di atas permukaannya. Jadi, resultan gaya yang ada di setiap partikel di permukaan zat cair itu tidak sama dengan nol, mereka punya harga tertentu dan arah tarikannya ke bawah. Dengan adanya resultan gaya, permukaan zat cair mengalami tegangan, dan membentk selaputyang kita sebut dengan Tegangan Permukaan. Dengan tegangan permukaan ini, embun jadinya berbentuk bulat di atas permukaan daun, dan serangga juga dapat berjalan di permukaan air.
Jadi teman-teman, embun itu bisa berbentuk bulat karena partikel patrikel zat cairnya saling tarik menarik ke dalam, karena resultan di permukaan zat cair itu tidak sama dengan nol. Partikel-partikelnya jadi tertarik ke bawah deh, mau di atas daun, ataupun di atas meja, bentuknya juga bulat-bulat gitu.
Apakah kalian sudah mengerti?
Ditulis oleh, Maria Cruzita Rachly. Kelas XI-IPA-2, SMA MARSUDIRINI,BOGOR.
TP 2013/2014
zita

Konsep Fisika Dalam Panah

Dalam memanah tidak hanya mengandalkan keakuratan dan insting saja. Tetapi terdapat pengetahuan fisika untuk memanah dengan benar.
Energi potensial yang akan melesatkan anak panah, terdapat pada saat si pemanah menarik busurnya. semakin jauh ia menarik, maka akan semakin besar energi potensial yang dihasilkan Lebih cepat tidak berarti akan menemui sasaran, karena ada istilah turbulensi yang memungkinkan si anak panah bergerak keluar jalur.
Untuk itu, di tubuh anak panah terdapat Fletching, atau yang pada anak panah tradisional menggunakan bulu-bulu unggas. Kegunaan Fletching ini adalah menjaga anak panah tetap stabil saat mengalami turbulensi. Fletching juga yang memungkinkan si anak panah membuat gerakan berputar pada porosnya, yang meningkatkan keakuratan karena dapat membelah udara lebih baik.
ARCHER PARADOX
Panah 1
Archer’s Paradox adalah fenomena menarik saat panah dilepaskan kearah kiri atau kanan (keluar dari target) tetapi akan kembali ke arah yang lurus dan mengenai target. Contoh nya seperti ini
Panah 2
ANALISIS ARCHER’S PARADOX
Dibawah ini adalah ilustrasi ketika panah ditarik dan siap dilepaskan
Panah 3
Pada gambar diatas panah diarahkan ke kanan dari tengah target. Karena panah akan melesat ke garis tengah (median plane) atau ke offset
Dibawah ini adalah ilustrasi panah saat dilepas
Panah 4
Ketika pemanah melepaskan jarinya, tali busur melesat kearah kiri. Begitu juga sudut median plane nya. Panah pun bergetar dan mengikuti arah dari tali busur dengan sendirinya (F1 berfungsi sebagai arah dari panah)
Ilustrasi panah ketika sudah setengah melewati busur.
Panah 5
Tali busur kembali panah ke posisi awal dan ‘menarik’ panah dengan F2. Ujung panah (T) bergerak kearah kiri
Dibawah ini adalah ilustrasi ketika panah sudah meninggalkan busur. Dan melesat lurus kearah target
Panah 6
Karena terjadi hubungan ‘counter-clockwise’ pada ilustrasi sebelumnya. Mungkin anda mengira bahwa arah panah akan tetap berlawanan. Tetapi karena  fletching meluruskan kembali panah dalam perjalanannya. Maka semua rotasi terhapuskan.
By : Daud Kurniawan XI IPA 1 TP 2013/2014
Foto Penulis